Showing posts with label Konservasi. Show all posts
Showing posts with label Konservasi. Show all posts

Wednesday, February 20, 2013

Did you know? | Seperlima Reptil Dunia Menuju Punah


Penyu hijau (Chelonia mydas)
Did you know? | LONDON - Hampir seperlima spesies reptil dari sekitar 9.500 spesies di dunia menuju punah. 

Berdasarkan riset Zoological Society of London, masa depan 19 persen reptil di dunia terancam. Sementara itu, para ahli konservasi mengonfirmasi, 47 persen reptil rentan dan 3 spesies kemungkinan besar punah. 

Figur itu berbasis sampel acak 1.500 spesies reptil dunia. Studi itu terhubung dengan 200 ahli dari International Union for the Conservation of Nature’s Species Survival Commission. 

Reptil merupakan kelompok hewan bertulang belakang, termasuk kura-kura, penyu, ular, kadal, buaya, dan jenis amfibi. Hilangnya satu jenis rantai makanan mengganggu jejaring makanan secara dramatis. Reptil juga indikator lingkungan, termasuk bila dikaitkan dengan perubahan iklim. 
Sumber: Kompas
Editor: Kompas

Sunday, December 23, 2012

Did you know? | Kejahatan Hutan Kini Semakin Canggih


Did you know? | JAKARTA - Jaksa Agung Basrief Arief mengaku belum optimal menangani masalah kehutanan yang masih sangat banyak terjadi di Indonesia.  Dia juga menyatakan kasus kehutanan semakin canggih.

"Kasus kehutanan itu betul-betul mencuat kenyataannya. Kami harus menghadapi ribuan kasus kehutanan di Kejaksaan. Memang belum optimal," ujar dia dalam penandatanganan MoU penegakan hukum enam lembaga bersama REDD + di Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Ia mencatat, pada 2009 ada 2.976 kasus kehutanan yang masuk proses peradilan dan terus menurun setiap tahun menjadi  2.213 perkara (2010),  2.121 perkara kehutanan (2011) dan 839 perkara (2012).

Menurut dia, kasus kehutanan kebanyakan terjadi karena kesalahan prosedur izin perkebunan, pertambangan dan beberapa penyelewengan dana alat satelit.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengakui mendekati pemilu 2014, tindak pembalakan liar, perkebunan dan pertambangan ilegal agak marak terjadi.

Sementara Kapolri Jenderal Timur Pradopo mmengatakan dibutuhkan penanganan komprehensif dari berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat daerah hutan.
Sumber: Kompas