Showing posts with label International. Show all posts
Showing posts with label International. Show all posts

Wednesday, November 28, 2012

Did you know? | Air Berubah Merah, Australia Tutup Pantai


WILLIAM WEST / AFP
Akibat perkembangan sejenis ganggang laut, air di sekitar Pantai Bondi, Sydney,
Australia berubah merah.

Did you know? | SYDNEY - Sebuah fenomena langka terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Air di pantai itu berubah menjadi merah sehingga membuat petugas harus menutup pantai dari para pengunjung.

Penyebab warna merah ini adalah sejenis ganggang yang dalam nama latinnya dikenal dengan nama Noctiluca scintillans.

Meski ganggang ini belum terbukti mengandung racun yang berbahaya bagi manusia, namun pengunjung pantai diimbau untuk menghindari kontak dengan ganggang ini. Sebab, ganggang ini mengandung kadar amonia tinggi yang bisa menyebabkan iritasi kulit.

"Ganggang ini baunya juga seperti ikan. Ganggang ini bisa membuat iritasi kulit dan tak lebih dari itu," kata Bruce Hopkins, seorang penjaga pantai kepada Australian Associated Press.

Sumber: Sky News
Editor: Kompas

Tuesday, November 13, 2012

Did you know? | Israel Kembangkan Tikus Pelacak Bom


Did you know? | JERUSALEM — Anjing menjadi pelacak bahan peledak atau narkoba? Itu sudah biasa. Bagaimana jika tikus yang bertugas melacak benda-benda berbahaya itu? Tikus pelacak, inilah yang sedang dikembangkan sebuah perusahaan Israel, Tamar Group.

Perusahaan ini menggunakan tikus-tikus terlatih yang diperlengkapi sebuah sensor biologis yang bisa mendeteksi detak jantung, pola pernapasan, dan hal-hal lain dari si tikus.

Hewan pengerat ini dilatih untuk bereaksi saat mereka mencium bahan peledak atau obat-obatan terlarang. Reaksi mereka saat menemukan benda-benda ini kemudian direkam komputer. Jika tikus itu mendeteksi sesuatu, petugas keamanan terdekat akan diperingatkan.

"Tikus-tikus ini ditempatkan di jalan masuk sebuah pos pemeriksaan dan saat mereka mendeteksi sesuatu yang mencurigakan, sensor yang merekam reaksi mereka akan menyampaikan reaksi itu ke komputer dan memperingatkan patugas keamanan," tutur dia.

Saat ini, sistem keamanan menggunakan tikus sedang dipamerkan dalam sebuah konferensi keamanan di Tel Aviv, Israel.

Sumber: Sky News
Editor: Kompas

Monday, November 12, 2012

Did you know? | Iran Kerahkan Banyak Mesin Perang


Did you know? | Iran - Iran mengerahkan banyak mesin perang dalam latihan skala besar, kerja sama antara Angkatan Bersenjata dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Latihan itu, warta Press TV digelar sejak Senin (12/11/2012).

Menurut media itu, lokasi latihan berada di kawasan timur negeri tersebut. Pasukan gabungan itu memanfaatkan artileri pertahanan udara plus radar. Topik pertahanan dan manuver penyerangan juga menjadi garapan dalam latihan berusia seminggu ke depan tersebut.

Iran juga memaksimalisasikan pesawat-pesawat jet tempurnya seperti F-4, F-5, F-7, F-14, Mirage, dan Sukhoi. Iran juga memanfaatkan pesawat pengisi bahan bakar di udara sebagai bagian dari manuver.

Kemarin, Letnan Komandan Markas Pertahanan Udara Khatam al-Anbia Jenderal Shahrokh Shahram mengatakan ada kombinasi pasukan yang ikut serta dalam latihan itu. Rinciannya adalah divisi udara AD Iran, unit serbu udara Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL) Iran.

Sumber: Kompas

Did you know? | Indonesia Beri Pelajaran Penanganan Bencana pada Dunia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Did you know? | JAKARTA - Indonesia memberikan pelajaran berharga tentang pengelolaan bencana dalam International Conference "Lessons from Indonesia's Experience in Reconstruction and Preparedness" yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (12/11/2012).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya mengatakan bahwa dunia bisa belajar dari pengalaman Indonesia menangani bencana besar. Indonesia telah sukses menangani bencana gempa dan tsunami Aceh tahun 2004, gempa Yogyakarta tahun 2006 serta letusan Merapi tahun 2010..

"Ada enam pembelajaran yang dapat kita petik," kata Presiden.  
Presiden menguraikan, pembelajaran pertama  adalah pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam pengelolaan bencana, mengedepankan sense of urgency.

Pembelajaran kedua, pentingnya sharing informasi dan komunikasi publik yang cepat, akurat dan tepat. Hal ini mendukung penyaluran bantuan yang terbuka dan tepat sasaran.

Pelajaran ketiga adalah pentingnya koordinasi pada seluruh tahapan penanggulangan, mulai respon tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. 

Sementara Pembelajaran keempat ialah pentingnya kepemimpinan. 

Pembelajaran Kelima, pentingnya mekanisme pendanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi yang transparan, dan professional.

Pembelajaran Terakhir, kesiapsiagaan yang bertumpu pada kemampuan sumber daya manusia, partisipasi masyarakat, dan alat-alat penunjang, agar mitigasi bencana dapat dilakukan secara cepat dan maksimal.

Bagi Indonesia, ungkap presiden, bencana besar yang dialami Indonesia telah mengubah paradigma pengelolaan bencana.

Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dengan teknologi, Indonesia telah membangun sistem peringatan dini tsunami,  cuaca dan iklim.

International Conference "Lessons from Indonesia's Experience in Reconstruction and Preparedness" hari ini diadakan terkait berakhirnya program Multi Donor Fund dan Java Reconstruction Fund pada Desember 2012.

Sumber: Kompas

Thursday, November 8, 2012

Did you know? | 50 Gajah Mabuk Serbu Desa di India

Google ImageGajah Asia berukuran lebih kecil dibanding gajah Afrika.

Did you know? | NEW DELHI — Sebanyak 50 gajah memasuki desa Dumurkota di India timur hanya untuk mencari minuman tradisional beralkohol,mahua. Demikian dilaporkan harian The Times of India.

Di dalam desa, para gajah ini mendatangi sebuah toko yang menjual minuman itu. Mereka dengan rakus meminum 18 tong mahua atau sekitar 500 liter, yang semuanya mengandung alkohol.

Meski sudah minum cukup banyak, para gajah ini tampaknya belum puas. Mereka kemudian memasuki tiga rumah lainnya yang berdekatan dengan toko minuman itu. Beruntung, warga desa berhasil mengusir rombongan hewan besar itu kembali masuk ike dalam hutan. Kementerian Kehutanan India mengatakan tengah berupaya membantu para gajah itu menyeberangi sungai.

Para gajah mabuk ini diyakini adalah bagian dari kawanan yang berjumlah 120 ekor, yang baru datang dari kawasan lain, Jumat malam pekan lalu.

Gajah Asia—termasuk gajah India—berukuran lebih kecil dari saudaranya, gajah Afrika, dan biasanya lebih mudah dijinakkan. Saat ini hanya terdapat 50.000 gajah Asia di alam liar. Jumlah mereka terus menurun karena perburuan dan rusaknya hutan habitat mereka.

Sumber: The Times of India
Editor: Kompas

Did you know? | Politisi Rusia Ingin Beli Rumah Hitler untuk Dihancurkan

Daily MailSetelah perang dunia kedua, yaitu pada 1952, rumah Hitler ini pernah
disewakan oleh pemerintah Republik Austria, sebelum akhirnya menjadi
perpustakaan umum dan kemudian menjadi sebuah bank.

Did you know? | MOSKWA - Frantz Klintsevich, anggota parlemen Rusia dari partai berkuasa Partai Persatuan Rusia, berniat membeli rumah tempat Adolf Hitler lahir di kota Braunau-am-Inn, Austria, untuk kemudian dihancurkan.

Sebuah harian Rusia, Izvestia, melaporkan Klintsevich kini tengah mengumpulkan dana sebesar 1,8 juta poundsterling atau sekitar Rp 27,6 miliar dari para pendukungnya untuk membeli rumah tersebut.

Sejauh ini, belum ada respon dari para orang kaya Rusia atas permintaan Klintsevich. Namun, dia mengatakan sejumlah anggota Partai Komunis menanggapi positif rencana Klintsevich itu.

Kementerian Dalam Negeri Austria telah menyewa rumah itu dari pemiliknya, seorang perempuan berusia 60-an yang tak ingin diketahui identitasnya, dan secara hati-hati menyewakannya lagi kepada penyewa yang dipastikan bukan pengagum Adolf Hitler.

Bangunan berdinding tebal berusia 500 tahun itu, lebih sering digunakan sebagai tempat untuk membantu mereka yang mengalami kesulitan belajar, sebelum penyewanya pindah untuk mencari gedung yang lebih modern.

Pada September lalu, Wali Kota Braunau-am-Inn mengusulkan agar gedung itu diubah menjadi apartemen. Kota ini, sudah mencabut status warga kehormatan untuk Hitler tahun lalu, 78 tahun setelah status itu disematkan untuk sang diktator.

Sumber: Sky News
Editor: Kompas

Thursday, November 1, 2012

Did you know? | Bicara Lewat Ponsel di Jepang Setara 260.000 Tahun

Ilustrasi

Did you know? | TOKYO — Warga Jepang mungkin sangat gemar berbicara lewat telepon genggam. Pemerintah Jepang mengatakan, sepanjang tahun lalu, jika durasi pembicaraan pengguna telepon genggam Jepang digabung, maka durasinya sama dengan 260.000 tahun!

Wednesday, October 31, 2012

Did you know? | Guru di Georgia Ubah Pesawat Jadi TK

VANO SHLAMOV / AFP
Inilah suasana kabin pesawat tua Yak-42 yang diubah menjadi sebuah taman
 kanak-kanak di kota Rustavi, Georgia.

Did you know? | TBILISI — Kreativitas Gari Chapidze, seorang guru di kota Rustavi, Georgia, patut diacungi jempol. Dia mengubah kabin sebuah pesawat terbang menjadi sebuah taman kanak-kanak yang unik dan menyenangkan.

Tuesday, October 30, 2012

Did you know? | Alicia Richman, Penyumbang ASI Terbanyak di Dunia



Did you know?, TEXAS — Menghasilkan cukup air susu ibu (ASI) bagi bayi tercinta tentu menjadi dambaan setiap ibu. Namun, bagaimana jika ASI yang dihasilkan sang ibu terlalu banyak sehingga bayinya tak bisa lagi mengonsumsinya?

Sunday, October 28, 2012

Did you know? | Bahasa Indonesia, Pelajaran Pokok di Australia

Did you know?, CANBERRA — Bangkitnya Asia tidak bisa dihentikan oleh siapa pun dan terus melaju. Australia harus memiliki rencana yang tepat untuk memanfaatkan momentum tersebut.

Demikian pernyataan Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, ketika meluncurkan kebijakan Abad Asia yang sudah lama ditunggu-tunggu. "Bangkitnya Asia bukan saja tidak bisa dihentikan, namun semakin melaju," kata Gillard, dalam pidato di lembaga pemikir strategis Lowy Institut di Sydney, hari Minggu (28/10/2012) ini.

Pada tahun 2025 nanti, Asia akan memiliki jumlah penduduk kelas menengah paling banyak di dunia. Oleh karena itu, Australia sudah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi semua hal itu, yang tercakup dalam Kertas Putih Abad Asia.

Dalam pemaparannya, PM Gillard menjelaskan lima langkah kunci yang akan dijalankan Australia guna menyongsong Abad Asia tersebut.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, Indonesia menjadi salah satu titik perhatian utama Australia. Dalam soal bahasa, misalnya, seluruh sekolah di Australia akan terlibat bekerja sama dengan paling sedikit satu sekolah di Asia guna mendukung pengajaran bahasa prioritas, yaitu bahasa Indonesia, Hindi (India), Mandarin, dan Jepang.

Sumber: Kompas