Showing posts with label Lab. Show all posts
Showing posts with label Lab. Show all posts

Monday, December 3, 2012

Did you know? | Ilmuwan, Temukan Petunjuk Adanya "Alien"


Did you know? | CALIFORNIA - Studi di lingkungan kutub yang dilakukan para astrobiolog berhasil menemukan jasad renik yang unik. Makhluk hidup  itu bisa menjadi petunjuk adanya "alien", berarti bentuk kehidupan lain dari yang sudah dikenal saat ini, dipahami sebagai mikroba, bukan makhluk cerdas seperti dalam fiksi ilmiah. 

Jasad renik yang ditemukan adalah bakteri yang hidup di Danau Vida. Danau tersebut adalah lingkungan yang unik dimana energi yang ada mungkin hanya berasal dari reaksi kimia saja. danau tertutup lapisan es selama 3000 tahun sehingga tak memungkinkan adanya fotosintesis.

Bakteri ditemukan setelah ilmuwan melakukan pengeboran di Danau Vida selama tahun 2005 - 2010. Beberapa ilmuwan yang terlibat studi ini adalah dari University of Illinois di Chicago, Montana State University dan University of Colorado. 

Hasil riset yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Science minggu ini mengungkap, ada delapan golongan bakteri yang hidup di lingkungan Danau Vida. Hal ini menjadi petunjuk bahwa lingkungan danau cukup kompleks.

Kondisi abiotik Danau Vida sangat ekstrem. Christian Fritsen, ilmuwan dari Desert Research Institute di Nevada yang terlibat riset mengatakan, kadar garam di danau ini 6 kali lebih tinggi dari lautan biasa, suhunya mencapai -13 derajat Celsius dan memiliki kadar nitrogen oksida tertinggi dibandingkan seluruh perairan di muka Bumi.

"Bakteri ini bisa membantu kita mengetahui asal usul kehidupan di Bumi dan juga mengajari kita tentang pencarian kehidupan di tempat lain," ungkap Peter Doran, ilmuwan dari University of Chicago yang memimpin riset ini, seperti dikutip Reuters, Rabu (28/11/2012).

Kondisi di Danau Vida diduga juga terdapat di Mars dan planet lain. Penemuan ini memungkinkan ilmuwan mengembangkan kerangka baru untuk mengetahui lingkungan yang mendukung kehidupan. Boleh jadi, "alien" nanti benar-benar ditemukan.
Sumber: Reuters
Editor: Kompas

Sunday, November 25, 2012

Did you know? | Peneliti Indonesia Temukan Mikroba Antikanker

Did you know? | JAKARTA - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menemukan senyawa aktif lipistatin dari mikroba tanah. Senyawa ini berpotensi menjadi obat baru antikanker dan antikolesterol. 

”Dari hasil penelitian saya, dibutuhkan uji praklinis,” kata Muhammad Hanafi, peneliti pada Pusat Penelitian Kimia LIPI, Jumat (23/11/2012), setelah orasi pengukuhannya sebagai profesor riset bidang kimia organik di Jakarta. 

Ketua Majelis Profesor Riset yang juga Kepala LIPI Lukman Hakim mengukuhkan pula dua peneliti lain. Sam Wouthuyzen dikukuhkan sebagai profesor riset bidang ilmu oseanografi dan Yekti Maunati sebagai profesor riset bidang antropologi. 

Tumbuhan dan mikroba yang diisolasi Hanafi untuk menemukan lipistatin meliputi Garcinia, Curcuma, Hedyotis, (tanaman) Pseudomonas, dan Streptomyces (mikroba). Saat ini dibutuhkan kerja sama dengan industri untuk uji praklinis pada hewan percobaan, dilanjutkan uji klinis pada manusia

Sumber: Kompas

Wednesday, November 14, 2012

Did you know? | Gas Rumah Kaca diubah Jadi Bahan Bakar


Did you know? | UTAH - Mengubah gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global menjadi bahan berguna selama ini cuma jadi mimpi. Zhiyong Yang, pelajar dari Utah State University berhasil mewujudkannya.

Hasil penelitian Yang yang dilakukan bersama rekannya, Vivian Moure dari Federal University di Parana, Brazilia dan Dennis Dean dari Virginia Tech dipublikasikan di jurnal Proceeding of the National Academy of Sciences, Senin (12/11/2012).

Yang mengatakan, keberhasilannya masih dalam tahap riset. Penemuannya masih langkah awal mewujudkan mimpi mengubah CO2 menjadi bahan berguna.

Konversi CO2 menjadi senyawa lain selama ini sulit dilakukan karena CO2 sangat stabil. Yang berhasil mengonversinya dengan memanfaatkan bakteri.

Yang sebelumnya pernah mempelajari bakteri nitrogenase, bakteri pereduksi nitrogen. Yang menemukan molybdenum nitrogenase yang mampu mengubah karbon monoksida menjadi hidrokarbon. Riset itu dipublikasikan di Journal of Biological Chemistry pada 3 Juni 2011 lalu.

"Menggunakan pengetahuan tersebut, kita merenungkan dan berpikir apakah proses yang sama bisa digunakan mengonversi karbon dioksida," papar Yang. Yang menggunakan teknik rekayasa genetika sehingga bakteri nitrogenase bisa dimanfaatkan untuk mengubah CO2 menjadi metana.

Ke depan, tantangannya adalah menguraikan bagaimana konversi berjalan, transfer pengetahuan dan konstruksi katalis.


Sumber: Physorg
Editor: Kompas

Tuesday, November 13, 2012

Did you know? | Benarkah Manusia Semakin Bodoh?

Did you know? | CALIFORNIA — Sebuah studi kontroversial dipublikasikan di jurnal Trend in Genetics pada Senin (12/11/2012). Hasil studi itu menunjukkan bahwa manusia kini menjadi semakin bodoh.

Gerald Crabtree, pimpinan studi yang juga peneliti di Stanford University, dalam publikasinya mengatakan, "Perkembangan kecerdasan dan optimalisasi ribuan gen kecerdasan kita mungkin terjadi relatif non-verbal pada grup manusia yang hidup sebelum moyang kita meninggalkan Afrika."

Kecerdasan sangat penting pada masa berburu dan meramu. Manusia dapat membuat tempat berteduh dengan cepat dan menombak harimau yang mengancam. Kemampuan itu menentukan hidup dan mati manusia saat itu. 

Crabtree menguraikan, kecerdasan tak diperoleh secara cuma-cuma, tetapi lewat proses evolusi dengan tekanan lingkungan sebagai pemicu seleksi alam.

Gen-gen yang mengendalikan kecerdasan manusia, berjumlah 2.000-5.000, rentan mengalami mutasi. Pada masa berburu dan meramu, tekanan lingkungan sangat besar. Tekanan itu yang memicu optimalisasi gen yang membuat cerdas, "menghapus" mutasi yang merugikan kecerdasan manusia.

Sejak masa pertanian, ketika manusia mulai hidup menetap, tekanan lingkungan menjadi rendah. Proses tersebut merugikan manusia. Tekanan lingkungan yang berkurang membuat proses "menghapus" mutasi yang berpotensi membuat manusia menjadi bodoh terhambat. 

Hasil studi Crabtree menyatakan, dalam 3.000 tahun atau 120 generasi, manusia akan meneruskan satu atau dua hasil mutasi yang berbahaya bagi kecerdasan dan emosional manusia.

Tentu saja hasil studi ini menuai beragam reaksi. Hasil studi bertentangan dengan studi lain yang mengungkapkan bahwa IQ manusia semakin meningkat dalam 100 tahun terakhir.

Thomas Will dari University of Warwick mengatakan bahwa banyaknya mutasi tak berarti membuat manusia lebih tak berotak dari sebelumnya. Berkurangnya tekanan yang memaksa manusia menjadi pemburu ampuh justru memungkinkan munculnya kecerdasan yang lebih beragam.


Sumber: LiveScience
Editor: Kompas

Wednesday, October 10, 2012

Did you know? | Babak Pertama Pengembangan Komputer Kuantum

Ilustrasi: Komputer Kuantum (Image: Kompas)
Serge Haroche dari Perancis dan David Wineland dari Amerika Serikat diumumkan sebagai pemenang Nobel Fisika 2012 pada Selasa (9/10/2012). Keduanya dianggap berjasa dalam menguak misteri dunia fisika kuantum.